Mencari Fakta Kebenaran LDII

LDII adalah Organisasi Masyarakat Biasa

LDII memiliki kepanjangan Lembaga Dakwah Islam Indonesia, sesuai dengan namanya LDII memiliki visi dan misi untuk berdakwah, memberikan ilmu agama kepada masyarakat luas, dalam wadah LDII.

Berpuluh-puluh tahun sudah LDII berada di tengah-tengah masyarakat, mengajarkan masyarakat ilmu agama islam, Al Qur’an dan Al Hadits, selama puluhan tahun yang di lewati, visi dan misi LDII tidak berubah. Masih sebagai organisasi masyarakat yang bertujuan mencerdaskan masyarakat, beriman dan bertaqwa, berbudi pekerti yang luhur.

Dengan audience pengajian yang dimiliki LDII lebih dari puluha  juta, sebenarnya jika saja para kader LDII tidak tulus dalam mencari ridho Allah, bisa saja LDII saat ini akan berubah menjadi sebuah partai. Tapi sekali lagi, LDII tidak mencari hal yang bersifat duniawi. Baik para kader pengurus LDII maupun para Da’i yang dimiliki oleh LDII semuanya ikhlas menjalankan fungsi dan peranan masing-masing hanya semata mengharapkan ridho Allah semata.

Tidak mudah memang bagi LDII untuk bisa sampai besar seperti sekarang ini, banyak sekali kendala-kendala yang harus dilewati, permasalahan-permasalahan yang muncul menghadang. Terutama ketika LDII di tuduh sebagai jelmaan Jamaah Islamiyah, yang secara resmi di larang oleh pemerintah. Imbasnya di mata sebagian masyarakat kita yang tidak tahu banyak tentang LDII, mereka masih beranggapan LDII itu sesat.

Bagi LDII sendiri hal tersebut tidak terlalu berpengaruh, tuduhan-tuduhan sesat yang di tujukan kepada LDII, di tanggapi dengan tangan terbuka, di respon dengan kepala dingin dan selalu mengutamakan Ukhwah Islamiyah, tak kenal maka tak sayang.

Tidak akan surut langkah kami dalam membela agama Allah, tidak akan berkurang semangat kami dalam menegakan kebenaran Agama Allah, hanya satu yang kami cari yaitu ridho Allah, berpuluh-puluh tahun sudah kami berjuang tidak mungkin ada sampai sekarang kalau tanpa adanya ridho Allah. Faktanya sekarang LDII tambah besar, dan tersebar di berbagai pelosok tanah air, bahkan di berbagai mancanegara.

Sumber Pendanaan LDII

Selama berpuluh-puluh tahun LDII membina masyarakat, tidak mungkin di lakukan tanpa adanya pendanaan, dari manakah sumber dana yang di gunakan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut?

Alhamdulillah, LDII tidak pernah merasa kesulitan dalam hal pendanaan, LDII mendapatkan aliran dana dan donasi-donasi yang diberikan dari para audience pengajian itu sendiri. Memang jumlahnya tidak seberapa tapi cukup untuk membiayai semua kegiatan dan acara pengajian yang di selenggarakan LDII, dan perlu diingat kader-kader serta para pengurus keorganisasian tidak menerima gaji satu rupiahpun. Tidak usah heran, apabila anda tahu ilmunya pasti faham kenapa mereka para kader dan pengurus mau dengan sukarela mengurusi LDII tanpa gaji. Bahkan tidak jarang mereka harus mengeluarkan dana sendiri untuk kepentingan pengajian dan organisasi.

Materi Pengajian LDII

Materi pengajian LDII, adalah Al Qur’an dan Al Hadits, tiap golongan usia tentunya akan mendapatkan porsi yang berbeda-beda. Usia anak-anak (mulai usia 6 tahun), usia remaja (mulai usia 12 tahun), sampai dengan usia lanjut. Tentunya beda kelas usia beda porsi dan materi pengajian.

Untuk Siapakah Sebenarrnya Pengajian LDII

Seperti yang sudah di tuliskan di atas, siapapu boleh mengikuti dan menghadiri pengajian LDII, tidak ada bentuk keanggotaan dalam pengajian LDII, semuanya masyarakat umum. Sebutan warga LDII karena orang-orang tersebut sudah bertahun-tahun aktif mengikuti pengajian yang di selenggarakan oleh LDII, jadi tidak usah heran akan terlihat adanya kekompakan dan kekeluargaan yang kental dan kuat di antara sesama audience pengajian yang di selenggarakan LDII.

Memang kami tidak memungkiri banyaknya beredar isu-isu yang tidak sedap seputar LDII, yang menyatakan kalau orang yang ngaji di LDII di cuci otaknya, makanya sekali masuk tidak akan bisa keluar lagi. Atau isu bahwa di pengajian LDII orang-orang yang mengikutinya akan di sumpah. Lewat laman blog ini pula kami mau klarifikasi bahwa isu tersebut tidak benar, siapapun anda dipersilakan untuk menghadiri pengajian yang kami selenggarakan, pintu kami selalu terbuka lebar untuk siapapun yang mau menuntut ilmu.

Di akhir jaman seperti sekarang ini, kemana kah anda akan menuntut ilmu agama, atau mau memperdalam salah satu hadits? sampai khatam? di Indonesia ini hanya LDII yang menyelenggarakan pengajian khataman hadits secara rutin, dan terbuka untuk umum.  Di lakukan terus menerus dengan peserta yang berbeda-beda.

Semoga bermanfaat.

2 responses

  1. arifin febriyanto | Reply

    Aq snang mengkti pngajian ldii. Hati aku metasa tenang.. Walopun aku org tak mampu aku tidak merasa kekurangan. Dalam pengajian slalu d jelaskan untuk bersyukur dengan rezki yg kita miliki mau menginfakan reski kita. Setelah saya praktekkan ternyata benar.. Kita mau bersyukur dengan reski yg kita miliki maka allah akan mengganti yg lebih banyak.

  2. Teruskan perjuangan kita,,semoga اللَّهُ selalu menjaga kita amiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: